Skip to main content

Tolak Kenaikan BBM, KAMMI Demo ke Gedung DPRD Provinsi

Bengkulu
Organisasi KAMMI Bengkulu berunjuk rasa di kantor DPRD Provinsi Bengkulu.


Bengkulu - Sebanyak 20 mahasiswa/mahasiswi yang tergabung dalam organisasi KAMMI Bengkulu berunjuk rasa di kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Rabu (4/3).

Kedatangan mereka ke gedung wakil rakyat tersebut menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, serta menjaminketersdiaan BBM untuk masyarakat kurang mampu di daerah ini. Sebelum beranjak ke gedung DPRD, para mahasiswa yang dikomandoi Khairil Ikhsan sebagai Korlap, terlebih dahulu melakukan solat di Masjid Raya Baitulah Izzah Kota Bengkulu yang berseberangan dengan kantor DPRD setempat.

Adapun tuntutan KAMMI di kantor DPRD Provinsi Bengkulu tersebut menuntut dan menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk masyarakat miskin, serta menuntut pemerintah mengambil alih pengaturan harga BBM yang mereka anggap menyengsarakan rakyat. Dan mendesak DPRD Provinsi untuk menyampaikan aspirasi mereka dan memperjuangkan tuntutan masyarakat ke pemerintah pusat tentang kenaikan BBM.

Ade Putra anggota KAMMI dari Universitas Dehasen Bengkulu dalam orasinya mengatakan, bahwasannya Indonesia memiliki sumber daya yang cukup, tapi mengapa rakyat dicekik dengan berbagai kebijakan yang menyengsarakan masyarakat yang kurang mampu.

"Mengapa BBM naik, padahal negeri ini mempunyai sumber daya yang cukup. Tongkat dan batu bisa jadi tanaman, tapi mengapa kebijakan mencekik dan menyengsarakan rakyat," tegas Ade Putra dihadapan anggota dewan.

Anggota DPRD Sri Rejeki dan  Sekwan DPRD Provinsi Syofwin Saiful mendatangi dan mendengarkan aspirasi para pendemo. Dalam penuturannya Sri Rejeki menjelaskan, bahwasannya pihaknya mengapresiasi aksi mereka yang menyampaikan secara tertib dan damai.

"Saya sangat mengapresiasi tindakan adik -adik mahasiswa dari KAMMI yang menyampaikan aspirasinya sesuai aturan dan tertib. Kami akan menyampaikan aspirasi kalian. Besok saya akan menyampaikan aspirasi ini ke DPR RI, dimana masyarakat Bengkulu merasa tersiksa, tidak terima jikalau BBM dinaikkan.

Mudah mudahan pemerintah bisa mendengar keluhan masyarakat dan keresahan atas kenaikan BBM di Bengkulu ini,” tegas Sri Rejeki. (Tv)

Dibaca 12 kali

Facebook comments