Skip to main content

SPBU Pelayang Raya Diduga Ada Kesengajaan Persulitkan Pelaku UMKM

SPBU Pelayang Raya Diduga Ada Kesengajaan Persulitkan Pelaku UMKM
SPBU Pelayang Raya Diduga Ada Kesengajaan Persulitkan Pelaku UMKM

Sungai Penuh – Ketua DPRD Kota Sungai Penuh  H.Fajran, melakukan sidak ke SPBU Pelayang Raya  terkait kelangkaan Bio Solar yang didapatkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM). Terdiri dari puluhan pemilik Rice Miling (heler) sudah satu minggu tidak mendapat Solar subsidi di sejumlah SPBU di Kota Sungai Penuh. Lantaran, aturan baru diterapkan SPBU melalui BPH Migas dengan sistem pembelian di SPBU menggunakan aplikasi menggunakan Nomor Polisi (Nopol) kendaraan, Minggu (3/4/2022)

Hal ini dilator belakangi oleh pelaku UMKM di Kota Sungai Penuh mendatangi Gedung DPRD Kota Sungai Penuh, Jumat (1/4/2022) kemaren mengadu ke wakil rakyatnya.

Menanggapi hal tersebut diatas, Ketua DPRD Kota Sungaipenuh H.Fajran angkat bicara. 

Dengan aturan yang ada, UMKM membeli solar harus menggunakan nopol kendaraan. Namun, tak semua pemilik heler ada kendaraan.

Ia juga menegaskan, jika ini dibiarkan terus berlanjut, akan berdampak pada kenaikkan kebutuhan pokok, besar dan kebutuhan lainnya menggunakan solar.

Ia menambah, terkait truk antrian panjang adanya dugaan oknum truk yang nakal membongkar minyak setelah di isi. Maka, dari itu minta kepada pihak kepolisian, Satpol PP untuk melakukan pengawasan.

 “Kita akan mendorong Pemerintah Kota Sungai Penuh menyurati Pertamina, ESDM Migas merobah sistem pengisian dengan aplikasi ketika derigen UMKM tidak bisa dapat mengisi solar, karena harus masuk nopol,” jelasnya.

Syahdiah, Manager SPBU 24.371.20 Kota Sungai Penuh saat di hubungi dengan nomer polsel 0821774099, meskipun berdering tapi tidak memberi jawaban. (Hps)
 

Dibaca 31 kali

Facebook comments