Skip to main content

Siswi Asal Rejang Lebong Meninggal Dunia di Dalam Kos 

Foto Ilustrasi. Foto Istimewa
Foto Ilustrasi. Foto Istimewa


BENGKULU - Salah satu siswi asal Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, berinisial Ma (16), ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar, di salah satu bedengan permanen di Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu, Minggu (22/12/2019).

Perempuan 16 tahun itu ditemukan rekannya, di bagian dapur kosan korban sekira pukul 17.01 WIB. Saat ditemukan tubuh korban sudah terkujur kaku. Di mana bagian leher korban melingkar sehelai kain gorden jendela warna merah. 

Data terhimpun viralpublik di lapangan, korban bersama rekan-rekannya sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di salah satu hotel di Kota Bengkulu. 

Sebelum ditemukan meninggal dunia, sekira pukul 16.01 WIB, rekan sekamar korban pulang dari tempat magang atau PKL. Namun, ketika rekan korban ingin masuk pintu kos yang di huni perempuan 16 tahun itu dalam keadaan terkunci. 

Ketiga korban berusaha memanggil korban. Sayang, korban tidak menjawab dan merespon. Mendapati hal tersebut salah satu rekan korban berinisiatif membuka secara paksa pintu kosan. Dengan cara mengambil sebuah papan kayu yang berada di ujung kosan.

Sementra dua rekannya lainnya berusaha membuka pintu yang terkunci, dengan menggunakan kayu dari jendela kosan. Saat pintu terbuka, rekan korban langsung mencari keberadaan korban. 

Saat dicari, salah satu rekan korban menemukan korban telah terbujur kaku, dengan leher terikat sehelai kain gordeng di belakang kos. Tepatnya, di dapur kosan korban. Rekan korban pun langsung meminta pertolongan warga setempat.

''Tahu kondisi korban seperti itu saya bersama teman-teman langsung keluar rumah dan memanggil warga sekitar untuk menolong korban,'' kata salah satu rekan korban, Fitria.

Saat ini jenzah korban sudah disemayangkan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu, untuk di visum et refertum. selain itu, polisi juga telah mengamankan barang bukti satu helai kain gordeng warna Merah yang diduga digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya, satu buah papan untuk membuka pintu kosan.(Rr) 

Dibaca 54 kali

Facebook comments