Skip to main content

Rektor IAIN Minta Maaf, HMI Minta Warek III Tetap Dicopot

Bengkulu
Penandatanganan kesepakatan dan komitmen bersama antara IAIN dengan HMI Cabang Bengkulu.


Bengkulu - Konflik antara Warek III IAIN dengan HMI Cabang Bengkulu yang tidak sehat dan sempat menjadi viral di media online beberapa hari lalu, akhirnya Rektor IAIN Bengkulu Profesor Sirajudin mengundang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) beserta Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (MW KAHMI) Bengkulu, di Rektor IAIN, Rabu (4/4).

Pertemuan yang digagas Rektor IAIN Bengkulu tersebut dimaksudkan untuk bersilaturahmi sekaligus membahas persoalan konflik antara HMI dan Wakil Rektor (Warek) III IAIN Bengkulu yakni Dr. Syamsudin beberapa hari lalu.

Adanya tindakan Warek III IAIN yang telah menyinggung dan melukai perasaan kader dan alumni HMI, Sirajudin menyampaikan permintaan maafnya di hadapan Presidium MW KAHMI Bengkulu dan Pengurus HMI Cabang Bengkulu, serta Pengurus HMI Komisariat IAIN Bengkulu yang ikut hadir pada acara tersebut.

"Terkait kejadadian yang dilakukan Warek III, pak Syamsudin, jika dikaitkan dengan saya sebagai Rektor IAIN, ya kalau memang ada kesalahan dilakukan Warek saya, ya saya juga minta maaf,” tegas Rektor Sirajudin.

Dalam pertemuan tersebut,Ketua Umum HMI Cabang Bengkulu, Andi Hartono mengatakan, pihaknya tetap konsisten pada kesepakatan awal bahwa Warek III IAIN dicopot dari jabatannya.

Dede Irawan Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Bengkulu menambahkan, bahwa selain dicopot, Warek III IAIN Syamsudin dimintanya untuk datang ke Sekretariat HMI Cabang Bengkulu, dan meminta maaf langsung di hadapan kader HMI serta media massa lokal maupun nasional.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai rencana strategis kolaborasi dan sinergi antara IAIN Bengkulu dan MW KAHMI Bengkulu.

Usai pembahasan, pertemuan keduabelah pihak dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan dan komitmen bersama. Berikut petikan tujuh kesepakatan tersebut yaitu :

  1. Bahwa HMI dan IAIN Bengkulu sudah saling memaafkan atas terjadinya peristiwa penertiban atribut HMI pada hari Rabu, 28 Maret 2018.
  2. Bahwa terhadap laporan dan proses hukum atas peristiwa tersebut akam diselesaikan secara kekeluargaan.
  3. ahwa penertiban atribut dalam peristiwa tersebut tidak dimaksudkan untuk melecehkan organisasi HMI.
  4. Bahwa penyerahan bendera dan atribut HMI akan diserahkan di Sekretariat HMI Cabang Bengkulu pada saat silaturahmi Wakil Rektor III dengan HMI Cabang Bengkulu.
  5. Civitas Akademika dan HMI Komisariat IAIN Bengkulu wajib menjaga kondusifitas Kampus IAIN Bengkulu.
  6. Terhadap penjatuhan sanksi terhadap Wakil Rektor III akan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku, dan
  7. Bahwa KAHMI dan IAIN Bengkulu sepakat untuk bersinergi demi kemajuan bersama.

Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Bengkulu, M.A. Prihatno menegaskan, bahwa dalam pertemuan dan kesepakatan yang terwujud dengan Rektor IAIN Bengkulu merupakan hikmah terbesar dari kejadian beberapa waktu yang lalu.

"Inilah hikmah terbesarnya dari kejadian dan kekhilafan semua pihak (HMI dan IAIN) beberapa waktu yang lalu. Alhamdulillah, tadi sudah tercapai kesepakatan-kesepakatan yang kalau menurut KAHMI itulah yang terbaik. Dan ini akan menjadi titik awal antara HMI, KAHMI, dan IAIN Bengkulu untuk membangun peradaban keislaman yang jauh lebih beradab dan lebih bermanfaat bagi umat," tegas Prihatno usai menandatangani kesepakatan bersama Rektor IAIN Bengkulu dan Ketua Umum HMI Cabang Bengkulu.

Mengenai sinergitas antara pihak HMI, KAHMI, dan IAIN Bengkulu yang sudah disepakati tersebut, Rektor IAIN Bengkulu Prof. Sirajudin menyatakan bahwa memang sudah seharusnya berjalan bersama, bahkan sejak dulu seharusnya itu terjadi.

"Sebenarnya kita dari dulu kepengin. Ya mungkin karena ada lapisan-lapisan yang belum memahami adanya kebijakan yang ada, sehingga muncul itu yang namanya arogansi dan muncul apa itu. Tapi dalam konsepnya kita memang harus sama-sama. Dengan bersinergi itu kan kita akan mendapat nilai yang lebih besar ketimbang dengan konflik atau kerjasama," katanya Sirajudin.

Mengenai soal pencopotan atau sanksi tegas terhadap yang dilakukan Warek III IAIN Bengkulu, Sirajudin menyatakan akan diproses sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada. (Rori)

Dibaca 271 kali

Facebook comments