Skip to main content

Pelantikan SMSI Provinsi Bengkulu Merupakan Perdana, Plt Gubernur: Media Siber Menjadi Mainstream

Pengukuhan Pengurus SMSI Provinsi Bengkulu
Pengukuhan Pengurus SMSI Provinsi Bengkulu

Bengkulu - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu resmi dilantik oleh Ketua Umum SMSI Pusat Teguh Santosa, di Hotel Santika, Bengkulu, Senin (2/09/2017).

Dalam pelantikan kepengurusan tersebut merupakan pelantikan yang pertama kali yang dilakuka oleh Ketua Umum SMSI Pusat di Indonesia. Untuk kepengurusan SMSI Provinsi Bengkulu, jabatan ketua dipercayakan kepada Rahimandani, Wibowo Susilo sebagai Sekretaris dan Erlan Oktriandi sebagai Bendahara.

Ketua Umum SMSI Pusat Tegus Santosa seusai melanti kepengurusan SMSI Bengkulu mengatakan, tugas utama anggota SMSI hingga tahun depan fokus dalam pendataan dan ferifikasi media online, termasuk SMSI Bengkulu juga diwajibkan untuk melakukan hal tersebut. Pasalnya dari 21 media online yang ada di Bengkulu, baru hanya 14 media yang tersertifikasi.

“Jadi memang pekerjaan utama SMSI adalah isi dulu bangunannya itu. Selain itu urusan SMSI bukan hanya produk jurnalistik, tapi juga membangun perusahaan yang sehat secara ekonomi serta bermartabat,” ujar Teguh

Sementara anggota SMSI merupakan perusahaan yang harus profesional dan wajib bertanggungjawab atas apa yang diberitakan. Selanjutnya, anggota SMSI kedepan bisa menjadi salah satu lokomotif pembangunan bagi daerah.

“Jadi kalau memang ada media yang tidak ingin menjadi perusahaan media profesional, ya mohn maaf tidak bisa bergabung dengan SMSI,” tutupnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, keberadaan media online sekarang bukan merupakan media alternatif, namun telah masuk dalam kelas media mainstream. Dengan posisi demikian, media online juga diminta untuk memberikan dampak positif ditengah masyarakat, bukan sebaliknya.

“Memang dibutuhkan satu format, aturan regulasi yang jelas dan memiliki kode etik. Sehingga nanti informasi yang disampaikan terarah, ini karena satu berita diterbitkan, itu tidak bisa distop lagi dan pengaruhnya itu bisa sampai ke lapis bawah,” ujar Rohidin.

Kemudian, pemanfaatan media online yang sudah banyak dimanfaatkan masyarakat, yakni telah menembus angka 112 juta lebih. Sehingga kedepan media online juga perlu berbenah dan memberikan informasi menarik lainnya, tidak hanya berita pemerintahan dan kriminal semata.

“Artinya keberadaan media seperti ini jelas sangat efektif, efisien, cepat dan juga murah,” jelas Rohidin. (BN)

Dibaca 9 kali

Facebook comments