Skip to main content

Pagelaran Wayang Kulit, Upaya Lestarikan Warisan Budaya Dunia

Wayang Kulit
Pemukulan gong oleh Plt Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh Kadis Disperindak Provinsi Bengkulu Drs. Ade Erlangga, M. Si, dalam Pagelaran acara wayang kulit.


Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, menggelar pertunjukan Seni Wayang Kulit bertempat di lapangan Sport Center Bengkulu, Juma’at (15/12/2017).

Pagelaran acara wayang kulit ini dibuka oleh Plt Gubernur Bengkulu yang diwakili  Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Drs.Ade Erlangga M.Si. Acara ini Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu yang juga merupakan tokoh jawa Bengkulu yaitu H. Suharto, SE.MBA, Plt Sekda Provinsi Bengkulu Govri Suyanto, tokoh pemuda Bengkulu Dedi Wahyudu, serta para sesepuh jawa yang tinggal di Bengkulu.

Pagelaran wayang kulit ini didatangkan langsung dari jawa yaitu Lakon Sirnaning Angkara Murka (Brubuh Alengkoh) berdalangkan Anom Dwijokangko dan disertakan bintang tamunya yaitu Wiwid Widyati dan Gepeng dari Solo.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dalam hal ini mewakili Plt Gubernur Bengkulu yang tidak hadir mengatakan, kegiatan ini dilakukan tidak lain dan tidak bukan untuk menjaga dan melestarikan seni budaya.

"Apalagi wayang kulit ini adalah Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional, bahkan tidak hanya nasional pada tahun 2003 tepat nya pada tanggal 7 november 2003 UNESCO juga telah menetapkan wayang kulit sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Jadi sudah sepatutnya kita melestarikan kebudayaan ini kebudayaan asli Indonesia.

Seperti yang kita ketahui di Bengkulu sendiri tanpa adanya perkumpulan/komunitas orang jawa yang ada di Bengkulu, Bengkulu bisa saja tertinggal karena dengan adanya orang jawa yang menetap di Bengkulu tentu juga membawa perubahan dan peningkatan pembangunan di Kota Bengkulu. Di Bengkulu sendiri warga asli jawa yang menetap di Bengkulu kurang lebih hampir mencapai 25%," ujar Erlangga.

Dengan adanya pagelaran ini selain daripada menjaga dan melestarikan kebudayaan. Sepatutnya kita juga dapat saling menghargai perbedaan termasuk pada perbedaan budaya, perbedaan agama, dan perbedaan lainnya.

Menurut dia, karena sebelumnya di Bengkulu ini juga komunitas wayang kulit jawa yang ada di Bengkulu pernah menggelar event seperti ini dan yang hadir dalam pagelaran ini juga terbilang banyak.

“Nah disinilah kita tetap menjaga budaya kita bersama-sama tanpa harus melihat sisi perbedaan yang ada," ungkapnya.

Ade Erlangga menambahkan, bahwa Pemprov Bengkulu terus menggali dan mengembangkan kebudayaan yang ada di Bengkulu. Bengkulu sendiri sebenarnya kaya akan adat budaya nya.

Sebagai contoh warisan budaya Bengkulu yaitu seperti Aksara dan Kaganga, kain lantung, tabot, dan yang baru saja warisan budaya Bengkulu yang ditetapkan pada tahun  2017 yaitu Tari Becai dan Bekejai. Dan sebetulnya masih banyak yang lagi yang lainnya. Yang pasti itu akan kita galih dan kembangkan lagi secara optimal. (Adv/Ria)

Wayang kulitSambutan Kadis Disperindak Provinsi Bengkulu Drs. Ade Erlangga, M. Si, dalam Pagelaran acara wayang kulit.

Wayang kulitSambutan Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu H. Suharto,  SE. MBA., dalam pagelaran acara wayang kulit. serta yang juga merupakan tokoh jawa yang ada di Bengkulu.

Wayang kulitWakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu foto bersama usai penyerahan simbol wayang kulit oleh tokoh jawa Bengkulu kepada Dalang.

Wayang kulitPertunjukan Seni Wayang Kulit yang diselenggarakan di lapangan Sport Center Bengkulu.

Wayang kulitPertunjukan Seni Wayang Kulit yang diselenggarakan di lapangan Sport Center Bengkulu.

Dibaca 90 kali

Facebook comments