Skip to main content

Menteri Pertanian Berkonsentrasi Pada 3 Komoditas Pertanian Di Bengkulu

Menteri Pertania RI Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Bengkulu dalam Rapat koordinasi perbenihan/pembibitan wilayah Provinsi Bengkulu, Senin (18/09/2017)
Menteri Pertania RI Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Bengkulu dalam Rapat koordinasi perbenihan/pembibitan wilayah Provinsi Bengkulu, Senin (18/09/2017)

Bengkulu - Menteri Pertania RI, Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Bengkulu melakukan Rapat koordinasi perbenihan/pembibitan wilayah Provinsi Bengkulu, Senin (18/09/2017) malam di Balai Raya Semarak, Bengkulu.

Dalam Rapat koordinasi tersebut, turut dihadiri anggota DPR RI Susi Marleny Bachsin, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Fajari, Wakil Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, Wakil Bupati Bengkulu Tengah Septi Feriadi dan unsur FKPD se-Provinsi Bengkulu serta seluruh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota.

Plt Gubernur Bengkulu Rahidin Mersyah dalam sambutannya mengatakan, untuk meningkatkan pembangunan pertanian di provinsi Bengkulu yang memiliki luas wilayah lebih kurang 20.000 Km persegi, dan dari luas wilaya lebih kurang 53 % yang dipergunakan untuk kawasan lahan produksi, sedangkan dari 43 % kawasan hutan lindung. Maka, dengan luas wilayah tersebut untuk program etensifikasi pertanian menjadi proritas utama.

"Dalam acara Rakor perbenihan/pembibitan wilayah Provinsi Bengkulu ini sangat penting, sehingga nantinya proses etensifikasi pertanian dapat berjalan dengan lancar di Bengkulu, ujar Rohidin.

Kemudian, tentang sektor komuditas sawit yang masih di dominasi masyarakat dan tingkat produktifitasnya masih sangat jauh dibawah standar perluasan satuan lahan, dalam hal ini persoalan utamanya merupakan rendahnya mutu bibit yang dipergunakan oleh masyarakat.

"Kami berharap dengan program replenting peremajaan kebun rakyat ini menjadi hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat provinsi Bengkulu, khusus di perbenihan atau pembibitan," jelas Rohidin.

Sementara, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, mengajak seluruh pemangku kebijakan di provinsi Bengkulu untuk ikut andil dalam sektor pertanian di Indonesia, Karena pemerintah pusat akan terus berupaya meningkatkan produk komoditas pertanian.

"Ini merupakan salah satu program pemerintahan pusat di era kepemimpinan Presiden Ir Jokowi JK. Kita dalam hal ini berkonsentrasi pada tiga komoditas di Provinsi Bengkulu, yakni kopi, karet dan sawit supaya masuk skala industri," ujar Andi Amran.

Selanjutnya, Andi Arman menjelaskan apa yang telah disampaikan oleh Plt Gubernur Bengkulu, terkait masalah mendirikan industri yang terkendala dengan adanya regulasi di provinsi Bengkulu akan secepatnya diselesaikannya. 

"Untuk Direktur, Saya targetkan dalam satu minggu dari malam ini samapai tanggal 25 September izinya dapat selesai, atau malam ini saya mohon untuk diselesaikannya sehingga tidak ada lagi terkendala. Kita ini pelayan masyarakat, dengarkan jeritan mereka karena ini nantinya akan kita pertanggungjawabkan jabatan di dunia akhirat," tegas Andi Arman. (Adv/BN)

pict 1pict 2pict 3pict 4pict 5

 

Dibaca 7 kali

Facebook comments