Skip to main content

Penyuluhan Narkoba Bagi Penyandang Disabilitas

Penyuluhan narkoba
Penyuluhan narkoba

Bengkulu - Puluhan penyandang disabilitas yang mayoritas usia remaja menerima penyuluhan narkoba dari Binmas Polda Bengkulu bekerjasama dengan Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI), Yayasan Pijar Alqisya dan Gen-inklusi Bengkulu. Kegiatan digelar di Graha Siber Jalan Mayjen Sutoyo Tanah Patah Kota Bengkulu, Senin (27/9).

Setelah menerima arahan dar Ketua FPPI Bengkulu Hj Elly Dahniarty S.Sos, para penyandang disabilitas menerima materi dari Binmas Polda Bengkulu yang disampaikan Iptu Yulita. Iptu Yulita memaparkan berbagai bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang apabila dikonsumsi oleh manusia. Oleh karena itu, sudah seharusnya narkoba dijauhi dan diperangi.

1

Adapun dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja yakni perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian, sering membolos, menurutnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran, sering menguap, mengantuk dan malas tidak mempedulikan kesehatan diri suka mencuri untuk membeli narkoba.

Mengkonsumsi narkoba terus menerus (kecanduan) membuat tubuh mengalami kejang-kejang, halusinasi, perilaku agresif dan rasa sesak bagian dada. Dalam jangka panjang, dehidrasi ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada otak. Salah satu efek yang seringkali dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja adalah halusinasi.

Ketua Yayasan Pijar Alqisya Ita Yunita mengatakan, para penyandang disabilitas berpotensi menjadi sasaran peredaran narkoba. Sejauh ini, belum terdengar kasus peredaran narkoba yang melibatkan warga disabilitas. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka bisa menjadi sasaran peredaran narkoba dengan memanfaatkan kekurangan fisiknya.

"Komunitas kami perlu dirangkul, karena komunitas disabilitas itu juga bisa jadi sasaran empuk sindikat narkoba," ungkap Ita.

Ia mengakui warga disabilitas juga tidak lepas dari penyalahgunaan narkoba akibat ketidaktahuan mereka mengenai bahaya narkoba. Terlebih, warga yang memasuki usia dewasa dikhawatirkan tergoda untuk mengonsumsi barang terlarang itu sebagai pelarian depresi.

"Penyandang disabilitas ini minoritas, tapi mereka juga butuh masa depan yang cerah. Salah satunya terhindar dari narkoba dan diharapkan juga mereka ikut berperan melawan narkoba di wilayah Purwakarta ini," tutur Ita.(Red)

 

Dibaca 2 kali

Facebook comments