Skip to main content

Pengabdian Kepada Masyarakat Penugasan Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM-WBU) : Pengembangan Layanan Pendidikan Masyarakat Untuk Pencegahan TPPO dan Pemberdayaan Ekonomi di Desa Bulak

Pengabdian Kepada Masyarakat Penugasan Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM-WBU) : Pengembangan Layanan Pendidikan Masyarakat Untuk Pencegahan TPPO dan Pemberdayaan Ekonomi di Desa Bulak
Pengabdian Kepada Masyarakat Penugasan Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM-WBU) : Pengembangan Layanan Pendidikan Masyarakat Untuk Pencegahan TPPO dan Pemberdayaan Ekonomi di Desa Bulak

JAKARTA - Universitas Negeri Jakarta (UNJ), melalui Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas), Fakultas Ilmu Pendidikan, telah meluncurkan inisiatif Pengabdian kepada Masyarakat Penugasan Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM-WBU). Inisiatif ini bertujuan untuk mengembangkan layanan pendidikan masyarakat sebagai upaya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, 21 MEI 2024 .
 
Kabupaten Indramayu dikenal dengan tingkat pendidikan yang masih tertinggal dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Barat. Berdasarkan data BPS tahun 2023, rata-rata lama sekolah penduduk Indramayu hanya 6,94 tahun, yang merupakan angka terendah di Provinsi Jawa Barat. Kondisi ini memiliki dampak signifikan terhadap keterbatasan kesempatan kerja, akses informasi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
 
Karta Sasmita, Ph.D., inisiator program ini, menjelaskan, "Rendahnya tingkat pendidikan dan keterbatasan akses informasi di Desa Bulak memberikan dampak serius terhadap kesadaran masyarakat akan risiko menjadi TKI atau TKW di luar negeri. Kami fokus pada peningkatan akses dan mutu pendidikan nonformal serta pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelatihan kewirausahaan dan pengenalan peluang usaha mikro."

 
Program ini mencakup serangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi pentingnya pendidikan dan karir, pengembangan program pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, hingga sosialisasi tanda-tanda TPPO dan risiko menjadi TKI/TKW. Salah satu fokus utama adalah pemberdayaan ekonomi lokal, dengan memberikan pelatihan kewirausahaan dan pengenalan peluang usaha mikro  untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Hasil yang diharapkan dari program ini meliputi peningkatan kemampuan penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, peningkatan pengetahuan masyarakat tentang TPPO dan risiko menjadi TKI/TKW, serta peningkatan keterampilan berkomunikasi dan literasi digital masyarakat. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menguatkan jaringan dan kerjasama antara masyarakat dan lembaga terkait.

Dibaca 4 kali

Facebook comments