Skip to main content

Paripurna DPRD Bengkulu Utara, Bupati Sampaikan LKPJ APBD TA 2019

Paripurna DPRD Bengkulu Utara, Bupati Sampaikan LKPJ APBD TA 2019
Paripurna DPRD Bengkulu Utara, Bupati Sampaikan LKPJ APBD TA 2019

Bengkulu Utara - Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Bengkulu Utara menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bengkulu Utara tahun 2019 tentang Pertanggung jawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2019, Senin (06/07/2020).

21

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Utara Sonti Bakhara, SE, didampingi Bupati Bengkulu Utara, Ir Mian. Turut hadir Kajari Bengkulu Utara Elwin Kahar, SH, MH, Ketua Pengadilan Agama BU Fajar Kusuma Aji, Sekretaris Daerah Bengkulu Utara Dr.Haryadi, S.Pd,MM,M.Si, perwakilan Polres Bengkulu utara, perwakilan Kodim 0423 BU, Kepala OPD, Organisasi Wanita, serta anggota DPRD Bengkulu Utara.

Dalam agenda tersebut, Bupati Bengkulu Utara Ir. H. Mian mengatakan bahwa dalam laporan Nota pengantar pemerintah daerah telah disampaikan poin-point penting, setiap OPD di lingkungan pemerintah daerah BU sesuai dengan standar akutansi pemerintah daerah.

“Alhamdullilah, pemkab bengkulu utara kembali mendapatkan Opini Wajar tanpa pengecualian atau WTP, yang tentu hasil kni membanggakan bagi kita semua karena telah 3 kali berturut-turut .Hal ini tidak lepas dari semua unsur yang terkait, jajaran pemkab Bengkulu Utara didukung oleh segenap jajaran DPRD BU," sampai Mian.

Paripurna DPRD Bengkulu Utara, Bupati Sampaikan LKPJ APBD TA 2019

Sementara, Sonti Bakhara, SE menyampaikan selamat atas pengargaan WTP yang diraih dan semoga dapat dipertahankan. Selain itu, DPRD BU mendukung langkah-langkah positif Pemkab BU dalam penanganan virus Covid-19.

"Dalam anggaran APBD tahun 2019, semoga WTP ini akan tetap bisa dipertahankan pada tahun-tahun kedepan. Dukungan sepenuhnya kepada bupati sebagai ketua gugus tugas Covid-19 dalam mengambil langkah langkah positif terhadap penanganan wabah vurus ini yang semoga dapat berubah dari zona kuning menjadi zona hijau, mempersiapkan tatanan baru atau new normal bukan berarti protokol kesehatan diabaikan justru sebaliknya,”jelasnya. (Adv)

Dibaca 9 kali

Facebook comments