Skip to main content

Launching Vaksinasi Serentak bagi Ibu Hamil di Kabupaten Seluma

vaksin bumil
Asisten Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Seluma, Marhakidinata, S.Pd, M.Pd. melaunching vaksinasi serentak bagi Ibu Hamil di Kabupaten Seluma, Senin (6/9)

Rimbo Kedui - Asisten Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Seluma, Marhakidinata, S.Pd, M.Pd. melaunching vaksinasi serentak bagi Ibu Hamil di Kabupaten Seluma, Senin (6/9), di Puskesmas Rimbo Kedui Kecamatan Seluma Selatan.

Dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Seluma Herawati Erwin Octavian, Camat Seluma Selatan, Lurah Rimbo Kedui, Perwakilan Polsek Seluma dan Ketua IBI Kabupaten Seluma.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Rudi Syawaludin, S.Sos. dalam laporannya menyampaikan bahwa dasar kegiatan ini adalah tindak lanjut hasil rapat koordinasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil Regional Barat yang dilaksanakan oleh Direktorat Kesehatan Keluarga Kemenkes RI secara virtual tanggal 13 Agustus 2021 dan surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Nomor 264.a/440.lll.l.kes/Vlll/2021 perihal Vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil.

"Sehubungan dengan meningkatnya kasus COVID-19 pada ibu hamil dan untuk mengantisipasi meningkatnya kematian ibu, bayi dan balita akibat infeksi COVID -19 maka diperlukan peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil, dan kegiatan vaksinasi COVID-19," ujar Rudi.

Rudi Syawaludin juga menjelaskan data sasaran ibu hamil di Kabupaten Seluma tahun 2021 sebanyak 3.763 ibu hamil.

"Beberapa kriteria yang bisa diberikan vaksin yaitu usia kehamilan diatas 14 minggu, maksimal sistolik tensi darah 140 mmHg dan lolos scrining sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dalam juknis pemberian vaksin", lanjutnya.

Asisten Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Seluma, Marhakidinata, S.Pd, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan hari ini dilaksanakan vaksinasi COVID-19 serentak bagi ibu hamil di Kabupaten Seluma.

"Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan imunitas bagi ibu hamil terhadap virus COVID-19 dan mengantisipasi kematian ibu, bayi, dan balita akibat infeksi COVID-19", ujarnya. (Adv)

Dibaca 6 kali

Facebook comments