Skip to main content

Kejati Bubarkan PT Wijaya Cipta Perdana

Asisten Datun Kejati Bengkulu, Bambang Permadi SH,MH,
Asisten Datun Kejati Bengkulu, Bambang Permadi SH,MH,

Bengkulu, Viralpublik.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) membubarkan PT Wijaya Cipta Perdana beberapa waktu lalu berdasarkan keputusan dari mahkamah agung nomor 309 K/ Pdt/ 2017 tentang penanganan perkara perdata yang sudah di putuskan sebelumnya oleh Pengadilan Negeri Bengkulu, karena diduga PT Wijaya Cipta Perdana terlibat kasus dugaan korupsi pengadaan dua unit mesin pencetak Triplek di Kabupaten Kepahiang tahun 2012 senilai 3 miliar rupiah.

Asisten Datun, Bambang Permadi SH,MH, Kamis (7/2) mengatakan terkait hal tersebut, sesuai undang-undang perseroan terbatas pasal 149 dan pasal 152, setelah pengadilan menetapkan tim Pidana Perdata dan Tata Usaha Negara (Pidatun) bersama tim Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk melakukan likuidasi PT Wijaya Cipta Perdana. 

Likuidasi atau pembubaran yang dilakukan tersebut, terkait aset bergerak maupun tidak bergerak berupa kendaraan dan aset tanah serta terkait adanya utang piutang bank atau rekanan dari rekanan perusahaan tersebut.

“Hasil yang kita dapatkan PT Wijaya Cipta Perdana sudah tidak aktif, sehingga tidak ada hal yang menyangkut dengan pihak lain, artinya nihil. Sehingga pelaksanaan kita melaksanakan likuidasi berjalan lancar tanpa ada beban keberatan dari pihak lain yang dilakukan PT Wijaya Cipta Perdana,” ujar Bambang Permadi.

Setelah dilakukan kegiatan terkait pelacakan aset, kata Bambang Permadi, pihaknya kemudian mengumumkan melalui media massa. selanjutnya, pihaknya akan menunggu apabila ada rekanan dari pihak terkait dengan PT Wijaya Cipta Perdana diberi kesempatan untuk melaporkan pada tim Likuidator tim Kejaksaan Tinggi Bengkulu. 

“Intinya baik kreditur maupun yang ada kaitannya dengan PT Wijaya Cipta Perdana, hal-hal yang menyangkut masalah kegiatan pelaksanaan proyek ataupun kegiatan utang piutang atau sewa menyewa kendaraan atau ada aset-aset lain, maka segera melapor ke tim Likuidator Kejaksaan Tinggi Bengkulu khususnya bidang Datun.

"Untuk saat ini aset-aset PT Wijaya Cipta Perdana yang sudah kita lacak hampir semuanya dalam bentuk dokumen, terkait aset bergerak maupun tidak bergerak atau aset bangunan untuk saat ini PT Wijaya Cipta Perdana sudah tidak ada lagi,” ungkapnya. 

Seperti diketahui sebelumnya, PT Wijaya Cipta Perdana terlibat  kasus korupsi pengadaan mesin triplek. Kasus tersebut terkuak ketika Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan hasil, bahwa pengadaan mesin tersebut telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,3 miliar.

Pengadaan mesin triplek tersebut berlangsung pada Oktober 2012 dan rencananya akan dioperasikan di pabrik sengon PT Kepahiang Mulia Lestari dan Satmakura. (Rori Oktriyansyah) 

Dibaca 148 kali

Facebook comments