Skip to main content

Hari Anak Nasional, Peksos Kemensos dan DPD IPSPI Apresiasi LKSA Dalam Perlindungan Anak Korban Kekerasan

Hari Anak Nasional, Peksos Kemensos dan DPD IPSPI Apresiasi LKSA Dalam   Perlindungan Anak Korban Kekerasan
Hari Anak Nasional, Peksos Kemensos dan DPD IPSPI Apresiasi LKSA Dalam Perlindungan Anak Korban Kekerasan

Bengkulu - Anak merupakan generasi penerus bangsa, tumbuh kembang  anak merupakan prioritas dalam kesejahteraan negara, selayaknya anak tumbuh kembang dalam pengasuhan keluarga tetapi pada faktanya ada kondisi anak yang harus terpisah dengan keluarga karena kondisi keluarga, ada anak yang mengalami peristiwa
kekerasan baik di dalam keluarga atau pun kekerasan dari lingkungan sosialnya dan ada juga anak yang mengalami kekerasan fisik, psikologis maupun kekerasan seksual. 

Tahun 2022 hingga bulan Juli, angka kekerasan terhadap anak di Provinsi Bengkulu mencapai 168 kasus, kasus ini terjadi di setiap kota dan kabupaten di Provinsi Bengkulu, kasus kekerasan terhadap anak tersebut meliputi kekerasan fisik dan psikis 28 %, Kekerasan Seksual 41 %, anak sebagai pelaku 11 % dan masalah hukum lainnya 20 % (data Pendampingan Pekerja Sosial Anak Kemensos Provinsi Bengkulu). 

Penanganan anak bermasalah hukum di Provinsi Bengkulu sejak tahun 2015 didampingi oleh Pekerja Sosial Kementerian Sosial (Peksos Kemensos) sesuai dengan mandat dalam Undang Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA NO 11 Tahun 2012). 

Hilda Sriwanty, Pekerja Sosial Anak Kota Bengkulu menerangkan, Pendampingan Anak berhadapan hukum terutama kekerasan seksual baru berfokus pada penyelesaian hukum, sedangkan dukungan pemulihan bagi anak korban kekerasan seksual pasca proses hukum terabaikan.  

"Belum adanya dukungan pemulihan psikososial yang berkelanjutan baik berupa dukungan Pendidikan, dukungan layanan psikolog, layanan pemeriksaan dan perawatan Kesehatan reproduksi, dukungan pengembangan potensi dan bakat bagi anak korban, sehingga berdampak pada keberfungsian sosial anak seperti anak menjadi depresi, menarik diri dari lingkungan sosial, tidak ingin melanjutkan Pendidikan, bahkan perubahan perilaku negatif ," terang Hilda.  

1

Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2022 ini para Pekerja Sosial Kemensos berkolaborasi dengan DPD IPSPI mengapresiasi LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak/Panti Asuhan) Bintang Terampil Kota Bengkulu dalammemberikan layanan perlindungan bagi anak bermasalah sosial termasuk korban kekerasan tanpa diskirminasi, Sabtu (23/7)

Kegiatan berupa edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan pemberian motivasi kelompok yang bertujuan untuk peningkatan mawas diri anak terhadap kekerasan serta menumbuhkan semangat untuk terus menata masa depan yang lebih baik. 

Ketua DPD IPSPI Bengkulu Rahmat Hidayat menegaskan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah, keluarga, maupun masyarakat.

"Kami para Pekerja Sosial mengapresiasi sekali LKSA yang sudah berpartisipasi aktif dalam membantu upaya negara melakukan perlindungan terhadap anak, meskipun mereka melaksanakan layanan dengan dana mandiri dan donatur tapi peran aktif LKSA sangat berarti dalam penanganan anak yang bermasalah sosial, dengan ini kami
juga sangat berharap pemerintah daerah yang sudah mendapatkan predikat Kota Layak Anak juga berperan aktif dalam upaya pemulihan anak korban dengan melengkapi fasilitas Rumah Perlindungan Sosial Anak yang seharusnya ada di setiap Kota dan Kabupaten," tegas Rahmat.(Rilis)

Dibaca 21 kali

Facebook comments