Skip to main content

Dr. Lely Arrianie, M.Si : Pemilih Pemula Jangan Bersandar Pada Media Sosial

Pilwakot
Pakar Komunikasi Politik, Dr. Lely Arrianie, M.Si.


Bengkulu - Menjelang Pilwalkot pada 27 Juni mendatang, pakar komunikasi politik Indonesia, Dr. Lely Arrianie, M.Si menghimbau untuk pemilih pemula jangan bersandar pada media sosial (Medsos) dalam menentukan pilihan nantinya.

Era teknologi saat ini, semua orang dapat mengakses berbagai macam sumber informasi dari berbagai tempat. Salah satunya melalui media sosial. Media sosial memang kerap digunakan oleh masyarakat saat ini, utamanya pada remaja belasan tahun yang termasuk pada pemilih pemula pada pemilihan kepala daerah.

Untuk itu, Lely menghimbau untuk para remaja sebagai pemilih pemula pada Pilwakot nantinya, untuk tidak bersandar memilih Paslon melalui jejaring media sosial.

"Era dulu dan sekarang beda. Kalau dulu isu sentral menjadi trending topik di media mainstream, tapi sekarang kan terbalik. Apa yang menjadi trending di media sosial sekarang, menjadi trending topik di media mainstreem. Jadi, jangan mengandalkan melihat gambaran kandidat itu hanya dari media social, tetapi lihatlah dari realitas kesehariannya,” kata Lely.

Para pemilih harus jelih melihat dalam menentukan pilihanm, apakah Paslon konsisten atau tidak, antara perkataan dan perbuatan serta tingkah laku sosial dan tingkah laku politiknya," ungkapnya, Rabu (21/2).

Selain itu, perlu diketahui juga bahwasanya bagi para pemilih yang tidak suka dengan salah satu kandidat paslon untuk jangan cepat memviralkan hal-hal yang bersifat provokatif karena itu akan ada ancaman hukumannya.

Ditambahkan Lely, untuk para Paslon juga kiranya dapat menonjolkan kapasitas program yang dimiliki jika nantinya terpilih menjadi pemimpin. “Jangan hanya menonjolkan ketampanan ataupun siapa diri anda sebelumnya. Tetapi tunjukkanla branding politik anda dalam khasanah yang positif, serta menunjukkan kapasitas yang mumpuni serta memadai untuk memajukan Kota Bengkulu ke depan," demikian Lely. (Ria)

Dibaca 191 kali

Facebook comments