Skip to main content

DPRD Kota Sesalkan Kepala SMPN 21 Pukul Gurunya Sendiri

Bengkulu
Hearing anggota dewan DPRD Kota Bengkulu terkait Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kepala SMPN 21 Kota Bengkulu, Suprianto terhadap guru IPA SMPN 21, Yuni Setiawati .


Bengkulu - Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kepala SMPN 21 Kota Bengkulu, Suprianto terhadap guru IPA SMPN 21, Yuni Setiawati mendapat tangapan keras dari para anggota DPRD Kota Bengkulu.

Untuk mempertanyakan kasus yang memalukan dunia pendidikan di Kota Bengkulu ini, DPRD Kota memanggil Kepala Dinas Diknas Kota Bengkulu, Rosmeyeti bersama pengawas sekolah dan guru SMPN 21 bertempat di gedung wakil rakyat kota, Rabu (28/2).

Hearing tersebut dipimpin  Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu Sudisman. Dikatakan Sudisman, terkait adanya kejadian ini tentu masyarakat akan bertanya-tanya dan membawa keresahan tentang apa yang terjadi pada dunia pendidikan di Kota Bengkulu ini.

“Kenapa hal ini bisa terjadi, sedangkan segala upaya untuk kebaikan para guru ini telah dilakukan, tetapi mengapa masih terjadi. Saya kira ini menjadi introspeksi kita bersama, agar kasus tersebut tidak terulang kembali di dunia pendidikan," tegas Sudisman.

Hal senada juga dikatakan Suimi Fales anggota dewan DPRD Kota Bengkulu, dan ia pun menyayangkan atas insiden yang menimpa seorang guru perempuan di SMPN 21 itu.

"Bagaimana citra guru, dinas pendidikan. Juga bagian kepengawasan terhadap guru, DPRD dan pihak terkait lainnya semuanya jadi terkena, adanya masalah ini. Selain itu bagaimana sistem pengawasan dan pembinaan terhadap guru selama ini dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Bengkulu," kata Suimi

"Saya pribadi tidak ingin mendahului pihak berwajib, tetapi cobalah bersama melakukan mediasi dan introspeksi. Atau sekali-kali adakan pertemuan khusus semacam coffee morning mungkin. Atau melalui pembinaan dan bimbingan lebih baik lagi yang dilakukan oleh dinas pendidikan untuk pembentukan karakter guru yang profesional, agar kiranya hal serupa tidak terjadi kembali dikemudian hari,” tambahnya.

Menanggapi saran dan masukan yang disampaikan anggota DPRD Kota Bengkulu, Kadis Diknas Kota Bengkulu Rosmayeti menyambut baik masukan yang disampaikan oleh wakil rakyat ini.

"Terima kasih atas perhatian dari semua pihak, terutama DPRD Kota Bengkulu yang telah memberikan masukannya. Jujur, saya merasa kecewa dengan adanya kejadian yang dilakukan oleh kepala SMPN 21 tersebut,” tandasnya.

Menurut Rosmeyeti, setiap bulan pihaknya (diknas) aktif mengadakan pertemuan dan melakukan pengawasan pada sekolah-sekolah, tetapi ini masih saja terjadi.

“Terlebih lagi kedua guru ini telah bersertifikasi. Jika guru telah bersertifikasi harus profesional dan sudah dalam pembentukam karakter yang baik dan profesional. Karena untuk mendapatkan sertifikasi, juga tidak secara mudah. Dan kasus ini sangat saya sayangkan sekali,"demikian Rosmayeti. (Ria)

Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kepala SMPN 21 Kota Bengkulu, Suprianto terhadap guru IPA SMPN 21, Yuni Setiawati Hearing anggota dewan DPRD Kota Bengkulu terkait Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kepala SMPN 21 Kota Bengkulu, Suprianto terhadap guru IPA SMPN 21, Yuni Setiawati.

Hearing anggota dewan DPRD Kota Bengkulu terkait Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kepala SMPN 21 Kota Bengkulu, Suprianto terhadap guru IPA SMPN 21, Yuni Setiawati .Hearing anggota dewan DPRD Kota Bengkulu terkait Kasus pemukulan yang dilakukan oleh Kepala SMPN 21 Kota Bengkulu, Suprianto terhadap guru IPA SMPN 21, Yuni Setiawati.

Dibaca 37 kali

Facebook comments