Skip to main content

Cukupi Ketersedian Stok Darah, RSUD Bakal Jemput Bola

PMI
Ketersedian Stok Darah

Mukomuko – Keterdiaan atau stok darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko sering terjadi kekosongan. Hal ini lantaran banyak masyarakat yang belum mau mendonorkan darahnya ke Unit Tranfusi Darah (UTD) yang ada di RSUD Mukomuko. Agar nantinya ketersediaan stok darah mencukupi pihak RSUD Mukomuko akan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mukomuko untuk jemput bola kepada masyarakat baik ke Kecamatan ataupun desa.

Kegiatan jemput bola untuk mengajak masyarakat donor darah ini akan dilaksanakan pada tahun 2021. Sebelum malaksanakan kegiatan ini pihak RSUD Mukomuko akan menyiapkan tempat  penyimpanan atau bank darah yang berkapasitas besar sehingga nantinya dalam melaksanakan kegiatan jembut bola ini darah yang sudah didonorkan oleh masyarakat ada tempat penyimpanannya. 

Disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko, dr. Syafriadi, Sp.PD bahwa RSUD Mukomuko pada tahun ini menerima anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) untuk Unit Transfusi Darah (UTD) yakni tempat untuk penyimpanan darah. Apabila alkes tersebut sudah ada di RSUD Mukomuko ini pihaknya akan melakukan jemput bola ke masyarakat untuk donor darah.

“Kalau tempat penyimpanan kantong darah sudah ada dengan kapasitas yang memadai kami akan bekerjasama dengan PMI untuk jemput bola mengajak masyarakat donor darah di Kecamatan, desa dan lainnya. Kan tidak tepat apabila sudah banyak ambil darah tapi tempatnya penyimpanannya tidak ada. InsyaAllah tahun ini tempat penyimpanan darah berkapasitas besar trealisasi,”ungkapnya kemarin.

Lanjutnya, apabila tempat penyimpanan darah ini sudah ada dan ketersediaan stok darah mencukupi masyarakat atau pasien yang membutuhkan darah tidak mencari lagi pendonor karena sudah tersedia.

Dikatakan Syafriadi bahwa petugas kesehatan yang bertugas dalam melakukan atau pengambilan darah ini khusus. Sebelum melakukan pengambilan darah akan dilakukan pemerikasaan kesehatan atau screening terlebih dahulu bisa atau tidak nya darahnya di donorkan.

“Sebelum diambil darah nya akan dilakukan pemerikasaan kesehatan atau screening terlebih dahulu,”ucapnya. 

Syafriadi juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar mau mendonorkan darahnya untuk membantu sesama. Menurutnya, banyaknya masyarakat yang belum mau mendonorkan darahnya hal ini karena masyarakat belum mengetahui bahwa mendonorkan darahnya itu salah satu wujud menjaga kesehatan diri sendiri. 

“Selain membantu dan menolong sesama mendonorkan darah juga wujud menjaga kesehatan diri sendiri. Jadi masyarakat harus mengerti hal tersebut. Rutin donor darah akan terhindar dari berbagai jenis penyakit dan juga proses pembentukan darah merah selalu baru,”tutup Syafriadi(***)

Dibaca 3 kali

Facebook comments